Cara Menggunakan Multimeter / Multitester / AVOmeter Digital

Pendahuluan

Bagaimana cara menggunakan multimeter? Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik (multifungsi) seperti pengukuran nilai resistansi, pengukuran arus searah (Arus DC), Tegangan DC dan tegangan AC (sumber bolak-balik). Multimeter ada dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital, kedua jenis tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada postingan ini kita bahas multimeter digital, perhatikan gambar multimeter di bawah ini:

penjelasan tombol pada multimeter

Gambar 1. Tampak fisik dari multimeter digital

Berdasarkan gambar 1, probe positif (merah) harus dicolokkan ke pin VΩmA jika kita ingin mengukur: tegangan DC, tegangan AC, arus DC dan resistansi. Lalu kapan probe merah dicolokkan ke pin 10A? hal tersebut dilakukan jika kita ingin mengukur arus di atas 200 mA, ingat maksimal pembacaannya pada skala ini adalah 10A. jika arus yang diukur ternyata di atas 10A maka fuse di dalam multimeter akan rusak sehingga supaya bisa digunakan lagi pin ini, kita harus ganti fusenya terlebih dahulu.

 

Cara mengukur tegangan DC

Berdasarkan gambar 1, jika kita ingin mengukur tegangan DC maka sakelar selector diarahkan ke skala tegangan DC seperti pada gambar di bawah ini:

multimeter mengukur tegangan DC

Gambar 2. Sakelar selektor diarahkan ke skala V DC untuk mengukur tegangan DC

Karena yang diukur adalah tegangan DC, maka kutub positif (warna merah) probe dari multimeter harus dihubungkan dengan Vcc (+) dan probe negative (warna hitam) dihubungkan dengan ground (GND). Perhatikan bahwa tegangan yang diukur sebesar 5V, jika kita menempatkan ujung sakelar selektor di skala 1V maka pembacaannya error ditandai dengan angka 1 di multimeter. Sekarang skalanya kita naikkan ke posisi 20V, maka pembacaan multimeter sudah tidak error lagi dan pada layar ditampilkan tegangan terukur. Perhatikan gambar berikut:

ukur tegangan oleh multimeter

Gambar 3. Hasil pengukuran tegangan DC

 

Cara mengukur tegangan AC

Pengukuran tegangan AC sama saja dengan DC, tapi ada beberapa yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan skala VAC seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

pengukuran tegangan ac pada multimeter

Gambar 4. Sakelar selektor ditujukan pada skala VAC.

2. VAC adalah non-polarisasi jadi tidak ada aturan probe positif multimeter harus ke kutub positif sumber tegangan. Jadi pengukurannya boleh dibolak-balik probe sumbu positif maupun negative pada multimeter.

 

Cara mengukur arus DC

Pengukuran tegangan dilakukan dengan merangkai parallel antara probe (positif dan negative) multimeter dengan sumber tegangan, tapi jika kita ingin mengukur arus (DC atau AC) maka sambungan probe multimeter harus dirangkai seri dengan sumber arus. Sekali lagi saya tekankan bahwa pengukuran tegangan menggunakan rangkaian parallel sedangkan pengukuran arus menggunakan rangkaian seri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

mengukur tegangan dengan multimeter

mengukur tegangan dirangkai paralel

 

ttegangan arus multimeter

mengukur arus dirangkai seri
Gambar 5. Perbedaan pengukuran arus dan tegangan pada resistor

 

Untuk posisi sakelar selektor, sebenarnya sama saja dengan pengukuran tegangan di atas, dimulai dari skala terkecil jika tetap menunjukkan angka 1 maka dinaikkan lagi skalanya. Supaya lebih jelas, kita ukur arus I pada rangkaian di bawah ini:

rangkaian arus I
Gambar 6. Rangkaian yang akan diukur arus I

Bagaimana cara pengukuran arusnya? Karena multimeter dirangkai seri maka cukup ganti kabel warna merah dengan kabel multimeter, perhatikan gambar berikut ini:

arus dc pada multimeter
Gambar 7. Pengukuran arus menggunakan multimeter

supaya lebih jelas lagi, kita buat rangkaian dengan catu daya 3V, resistor 680 Ohm. maka arus yang melalui resistor sebesar:

\( V=IR\)

 

\(I=\frac{V}{R}=\frac{3}{680}=4,4 mA\)

 

perhitungan tersebut kita konfirmasi dengan rangkaian berikut ini:

contoh pengukuran arus DC

Gambar 8. Mengukur arus DC menggunakan multimeter

berdasarkan gambar 8, arus terukur sebesar 6,68 mA, terdapat perbedaan sekitar 2 mA terhadap hasil perhitungan secara teori.

Cara mengukur resistansi

Pengukuran resistansi tidak mengharuskan probe positif (merah) multimeter ke kaki sumbu positif pada resistor ataupun probe negative ke kaki negative pada resistor. Hal tersebut dikarenakan oleh resistor yang merupakan komponen non-polarisasi. Jadi mau dibalik posisi pengukurannya tidak masalah. Kita ingin mengukur resistor yang tidak diketahui resistansinya, tipsnya adalah posisikan sakelar selector pada skala paling kecil, misal pada skala 200 Ohm. Lalu hubungkan kedua sumbu multimeter ke kaki resistor, lihat pembacaannya di layar. Jika tetap angka 1 artinya nilai resistansinya melebihi 200 Ohm, naikkan lagi skalanya ke 2k, perhatikan bahwa sudah muncul angka resistansinya. Lihat gambar di bawah ini:

ukur resistansi oleh multitester

Gambar 9. Mengukur resistansi resistor

Angka yang terbaca adalah 0.663, berapa nilainya? Kita harus berpatokan pada skala, karena digunakan skala 2k (orde 1 kiloohm) artinya 0.663 sebesar 0.663 k. kita konversi ke ohm maka hasilnya adalah 0.663 x 1000 ohm = 663 Ohm.

 

Mengecek sambungan kawat/kabel

Selain pengukuran yang sudah disebutkan di atas, kita juga bisa menggunakan multimeter untuk mengukur sambungan kawat. Pertama-tama sakelar selector diarahkan ke mode continuity, perhatikan gambar di bawah ini:

mode continuity multimeter

Gambar 10. Sakelar selector pada mode continuity

Lalu bagaimana cara kerja mode continuity? Pada mode ini, multimeter sebenarnya mengalirkan arus, jika tersambung maka ada arus yang mengalir, jika terputus maka tidak ada arus yang mengalir. Oleh karena itu kita bisa mengecek apakah kawat/kabel masih berfungsi normal atau rusak. Jadi jika kabel tidak tersambung maka akan muncul angka 1 sedangkan jika terhubung maka akan muncul angka selain 1, basanya pada keadaan tersebut multimeter juga mengeluarkan bunyi dari buzzernya. Bagaimana cara mengukurnya? Perhatikan animasi berikut ini:

ukur kabel pada mode continuity

ukur sambungan kabel pada multimeter

Gambar 11. Mengecek apakah kabel berfungsi atau tidak menggunakan mode continuity pada multimeter

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *