Enkoder (Encoder)

Enkoder atau encoder adalah rangkaian kombinasi yang cara kerjanya berkebalikan dengan dekoder. Pada enkoder input yang berupa \(2^n\) menghasilkan \(n\) output. Jadi enkoder digunakan untuk mengkonversi kode bentuk lain (oktal, desimal, heksadesimal dll) menjadi kode biner. Mari kita coba konversi kode oktal ke biner, oktal memiliki delapan bilangan (0 sampai 7) maka inputnya adalah 8. Karena kita ingin konversi ke biner dimana bilangan basisnya adalah 2, maka \(2^n=8\) nilai \(n\) yang memenuhi adalah 3. Jadi total outputnya adalah 3. Perhatikan blok diagram pada gambar di bawah ini:

8x3 enkoder
Gambar 1. Blok diagram untuk enkoder oktal-ke-biner

8 input ke 3 output enkoder dapat juga ditulis 8×3 enkoder. Tabel kebenaran untuk 8×3 enkoder dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Tabel Kebenaran Enkoder konversi oktal-ke-biner

enkoder

Berdasarkan tabel 1, berapakah nilai A, B dan C untuk masing-masing input? Kita mulai dari \(D_0\), jika yang bernilai HIGH (1) hanya \(D_0\) maka outputnya berapa? Berdasarkan bilangan oktal \(D_0\) bernilai 0 maka bilangan binernya 0. Jadi supaya \(D_0\) HIGH maka A, B dan C masing-masing 0. Selanjutnya jika \(D_1\) saja yang HIGH, maka nilai oktalnya adalah 1. Maka yang bernilai 1 hanya pada C karena \(2^0×1=1\), A dan B bernilai 0. Begitu seterusnya sampai \(D_7\), pada \(D_7\) nilainya adalah 7 maka supaya dapat tujuh A, B dan C bernilai: \(2^2×1=4, 2^1×1=2,2^0×1=1\) jadi 4+2+1=7 maka A, B dan C harus bernilai 1. Perhatikan tabel konversinya berikut ini:

Tabel 2. Konversi oktal ke biner

enkoder

Berdasarkan tabel 2 di atas, kita dapat membuat tabel kebenaran untuk 8×3 enkoder seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 3. Tabel Kebenaran 8×3 Enkoder

enkoder

Berdasarkan output di atas, kita dapat membuat fungsi Boolean untuk A, B dan C.
Kita nyatakan dalam bentuk sukumin, A bernilai satu saat \(D_4,D_5,D_6\) dan \(D_7\) bernilai 1 maka;
\(A=D_4+D_5+D_6+D_7\)
Begitu juga untuk B dan C, diperoleh:
\(B=D_2+D_3+D_6+D_7\)
\(C=D_1+D_3+D_5+D_7\)

Selanjutnya kita akan membuat rangkaian digitalnya, perhatikan gambar berikut:

rangkaian enkoder

Gambar 2. Rangkaian enkoder oktal-ke-biner (8×3 enkoder)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *